Minggu, 19 Mei 2019

Tips Menabung THR untuk Pengusaha

Siapa yang tidak bahagia denger kata "THR"?

Hayooo ngaku

Hmm

Rasanya mayoritas bahagia yaa mendengar kata THR apalagi mendapat bukti fisik THR berupa uang dan barang-barang yang dibutuhkan untuk lebaran. Semasa masih bekerja di perusahaan, setiap memasuki bulan Ramdhan selalu lebih bersemangat karena akan mendapat THR. Sejak awal bulan sudah merencakan uang tersebut akan digunakan untuk apa saja. Bahagia bertambah ketika uangnya sudah masuk ke rekening. 

Setelah resign dan menjadi pengusaha ala-ala, ketika mendengar kata THR berubah menjadi  yang ketar . Yupp pengusaha bisa mendadak migren dua bulan menjelang lebaran karena memikirkan pengadaan dana untuk membayar THR para karyawan. Begitu sadar langsung tertohok dan memutar otak bagaimana caranya menyiapkan dana THR untuk semua karyawan dalam waktu dua bulan, padahal biasanya bulan Ramadhan omset penjualan obat menurun karena jam buka apotek yang lebih singkat. Untungnya jumlah karyawan saya yang tetap hanya dua orang dan sisanya adalah karyawan insidental. Mungkin kalo punya karyawan lebih dari 5 orang, persiapan THR harus dari 6 bulan sebelumnya.

Dalam perenungan itu, saya teringat wejangan mamah bahwa pengusaha itu kalo mau punya sesuatu ya harus bisa menabung penghasilannya secara konsisten. Dengan cara ini gakkan berasa berat karena sudah dicicil per hari. Saya pun langsung menghitung berapa jumlah THR yang harus diberikan dan dibagi dengan jumlah hari yang tersisa. Hasil pembagian itu keluarlah jumlah yang harus ditabung setiap hari. Kebutuhan THR saya adalah 3 juta dibagi dengan jumlah hari yaitu 50 maka setiap hari saya harus menabung 60.000 dan dibagi lagi menjadi dua shift maka setiap shift harus menabung 30.000. 

Dari hasil hitungan di atas berasa ringan kan, gakkan berasa lah menyisihkan uang sejumlah 30.000 dari setiap shift, bayangkan kalo harus menyiapkan uang 3 juta dalam waktu singkat, duh saya bisa mode senggol bacok  dan senewen mulu. Setelah dihitung langsung dong dieksekusi, saya langsung menyiapkan toples untuk menyimpan uang dan diinfomasikan ke semua karyawan tentang kebijakan ini.


Secara regulasi, peraturan tentang THR ada di Peraturan Menteri Tenaga Kerja  No.PER-04/MEN/1994 TENTANG TUNJANGAN HARI RAYA KEAGAMAAN BAGI PEKERJA DIPERUSAHAAN. Dalam peraturan ini sudah dibahas dengan gamblang bagaimana teknis pemberian THR, kriteria karyawan seperti apa yang mendapatkan THR, berapa besarannya dan kapan tenggat pemberiannya. Inginnya saya bisa sesuai dengan peraturan ini, maksimal H-7 lebaran uang THR sudah diterima oleh karyawan.

Ramadhan sudah hari ke 14, masih ada waktu seminggu lagi untuk mempersiapkan THR untuk para karyawan, semoga Allah selalu memudahkan semua langkah kita untuk memenuhi hak-hak orang lain yang sudah berjasa mendampingi kita membangun usaha ini. Semoga para karyawan diberikan kesabaran menanti cairnya THR ini



Rabu, 08 Mei 2019

Yuk Bikin Choco-Skippy Banana Stick !!

Di awal bulan Ramadhan umumnya sekolah yang ada di Indonesia meliburkan muridnya selama seminggu agar mereka beradaptasi dengan ibadah puasa karena tentunya tidak mudah menahan lapar untuk anak-anak terutama usia sekolah dasar. Beberapa sahabat saya mulai mengenalkan puasa semenjak anak usia 5 tahun dengan puasa bertahap yaitu buka puasa beberapa kali, tahap pertama sahur sampai jam 10 lalu dilanjut jam 10 sampai jam 2 dan terakhir jam 2 sampai adzan maghrib. Lama-lama anak menjadi terbiasa dan waktu puasa bertambah. Untuk anak-anak yang mulai puasa penuh dari subuh sampai dengan maghrib, hari-hari pertama menjadi tantangan tersendiri, butuh trik agar puasanya bisa tuntas mulai dari menyediakan menu sahur makanan kesukaannya, menyediakan berbagai macam permainan dan menu berbuka puasa yang menarik.

Siang hari sampai dengan Ashar adalah  salah satu waktu kritis anak-anak merengek meminta buka puasa karena mulai lapar, salah satu kegiatan yang ampuh untuk mengalihkan perhatiannya adalah diajak membuat menu buka puasa kesukannya atau menu buka puasa baru yang menarik dan sehat. Menu yang dibuat, pilih yang gampang aja. Momen ini juga bisa dimanfaatkan jadi kegiatan belajar loh misal mengenal berbagai warna dan berhitung.

Salah satu menu buka shaum yang sehat, menarik dan gampang dibuat adalah Choco-Skippy Banana Stick, dari namanya udah kebayang kelezatan gabungan  skippy dan coklat dan ditambah pisang......hmm dijamin anak-anak suka. Bahan yang dibutuhkan gampang dicari bisa dan cara bikinnya gampang banget.

Bahan yang dibutuhkan :
100 gram SKippy
100 gram coklat batang
6 Pisang ambon ukuran sedang
Meises dan sprinkel secukupnya

Alat yang dbutuhkan :
Stik es warna - warni



Cara bikinnya : 

1.  Potong coklat batang jadi ukuran yang lebih kecil, masukkan ke mangkok stainless atau rantang, kemudian panaskan di panci yang sudah berisi air (kalo bahasa Farmasinya ditangas, kalo bahasa emak2 ditim)
2. Aduk perlahan sampai coklat meleleh sebagian, air di panci tidak boleh masuk ke dalam wadah coklat karena adanya air akan membuat coklat tidak membeku. Kemudian angkat wadah coklat dan aduk sampai coklat meleleh sempurna.
3. Tambahkan Skippy dan aduk sampai tercampur rata.
4. Buka kulit pisang, potong pisang menjadi dua bagian sama besar dan pasangkan stik di bagian bawah.
5. Lumuri pisang dengan adonan coklat dan skippy yang sudah rata
6. Taburi dengan meieses atau springkel dan simpan di freezer.

Tahap  1 - 3

Tahap 5 : Taburan Meises
Tahap 5 : Taburan Sprinkel

Tahap 6 : Siap dimasukkan ke dalam freezer


Gampang banget kan bikinnya, hasilnya dijamin enak apalagi dinikmari saat berbuka puasa. Menu berbuka yang sehat dan lezat serta bisa dinikmati oleh segala usia.




Selasa, 07 Mei 2019

Tongkol Bumbu Merah sang Penggugah Selera Buka Puasa

Helooo

Setelah dua tahun lebih blog ini tak terjamah, Ramadhan tahun ini akan menjadi titik balik saya bercerita disini.

Terakhir posting disini bulan Januari 2017, saat itu sedang inisiasi Kelas inspirasi mulai dari pembentukan panitia lalu mengurus perijinan, rapat, audiensi dan puncaknya kegiatan ini berlangsung bulan September 2017.

Gak cuma itu aja sih, di tahun 2017 akhirnya saya melepas masa lajang, hanya selang seminggu setelah Kelas Inspirasi saya resmi punya buku nikah. Persiapan dua kegiatan inilah yang menyita hati dan pikiran sampai gak sempet nulis.

Laah nikah 2017 trus kok bablas gak ngeblog sampai 2 tahun? Hhmm jawabannya karena sangat menikmati peran baru jadi emak2.

Naaah setelah semua pekerjaan terkendali dengan baik, saatnya explore kebiasaan lama termasuk nulis di blog dan ada iming2 lain juga, bisa dapet hosting gratis kalo minimal ada 10 tulisan. Maklum dasarnya demen yg mepet2 baiklah kita kejar 5 postingan dalam 3 hari.....the power of kepepettt....

Nah kebutuhan menulis ini kebantu dengan adanya tantangan di Blogger perempuan untuk menulis selama 30 hari  dengan tema yang sudah disediakan.

Tema hari pertama ada tiga pilihan yaitu Buka puasa, ngabuburit dan buka bersama. Saya milih tema buka puasa aja deh karena gak ngabuburit dan buka bersama cuma berdua dengan suami.

Ramadan kali ini adalah tahun kedua bareng suami, karena kita long distance marriage (ldm) jadi tahun lalu hanya 10 hari kita bisa bareng-bareng. Ngarep banget Ramadhan tahun ini lebih banyak waktu barengnya daan Alhamdulillah langsung diijabah oleh Allah, sahur pertama dan buka pertama bisa barengan.

Karena ini buka shaum perdana untuk menu berbuka saya bikin makanan yang istimewa (versi saya yaa ibu2 amatir) yaitu ikan tongkol bumbu merah. Makanan ini istimewa karena bumbunya dibikin dengan cinta #tsahh engga ding karena nyiapin bumbunya repot harus diulek atau diblender bukan cemplang cemplung. Pertama kali masak gak make icip2 tuh rasanya deg2an, takut suami makannya dikit kan kasian udah shaum seharian.


Menurut suami, ini enakk sampe doi nambah nasi jadi dua piring, tampilannya menggoda iman kaya pedes padahal gak kok, seger banget dimakan pas buka shaum.

Bumbu dan cara bikin saya tulis disini biar nanti kalo pengen bikin bisa langsung.
Bumbunya :
1/2 kg ikan tongkol basah, cuci bersih kucurin lemon diemin 15 menit trus cuci bersih
20 cabai merah keriting
6 siung bawang merah ukuran sedang
2 siung bawang putih ukuran sedang
2 cm kunyit
3 cm kunyit
1/2 bawang bombay, potong kasar
2 batang serai, geprek
3 lembar daun salam
Merica
Bumbu penyedap
Garam
Gula pasir

Proses pembuatannya

1. Haluskan cabai, bawang merah, bawang putih, kunyit dan sebagian jahe

2. Panaskan air di panci sampai mendidih, masukkan ikan tongkol yang sudah bersih lalu tambahkan sebagian jahe yang sudah digeprek dan bawang bombay, biarkan selama 10 menit. Angkat ikan, jahe dan bawang bombay kemudian buang airnya.

3. Masukkan ikan, jahe dan bombay ke panci lain yang sudah berisi air kurang lebih 1 liter, panaskan sampai mendidih

4. Kemudian tambahkan bumbu yang sudah dihaluskan, serai dan daun salam. Biarkan selama 15 menit lalu tambahkan merica, garam dan gula pasir secukupnya sesuai selera.

Bumbu merah ini cocok buat ikan2 yang lain misal patin, kembung atau nila, perbedaan jenis ikan akan mempengaruhi waktu memasak, ikan kembung dan ikan nila waktu memasaknya lebih singkat karena dagingnya tipis. Resep ini bisa dimodifikasi seseuai selera, kalo mau agak asem bisa ditambah belimbing wuluh yang dipotong-potong trus dimasukin pas ikan mau mateng jadi masih kres kres saat dikunyah, kalao pengen aroma yang lebih kuat coba ditambah daun jeruk dan ditambah cabe rawit utuh buat nambah pedas.

Masakan ini dijamin gak amis karena di awal ikannya sudah dikucuri air lemon, air rebusan pertama dibuang dan tambahan bawang bombay plus jahe di awal. Resep ini sehat banget karena dimasak tanpa minyak sama sekali soo cocok deh buat teman-teman yang sedang diet minyak, sehatnya dapet dan rasanya mantap. Mumpung Ramadhan baru satu hari, bisa nih resepnya dicoba......Selamat mencoba yaa