Judul : Berguru kepada Anak Laut Suku Bajo
Penulis : Mustika Desi Harjani
Penyunting : Dwi Agus Erinita
Ilustrator : M. Dzikri Asy-Syahiid, Indra Mezapermana dan Wawan Taro
Penata Letak : Indra Mezapermana dan Wawan Taro
Diterbitkan pada tahun 2018 oleh
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Jumlah halaman : vi + 64
Buku ini menceritakan persahabatan antara Kaloko yaitu seorang anak yang berasal dari pulau Jawa sedang berwisata ke Labuan bajo dan Jirin, anak asli suku Labuan Bajo. Keduanya bertemu di pagi hari kedua Kaloko berada di Labuan Bajo. Awalnya Jirin mengajak Kaloko untuk berenang, karena menurutnya "air adalah teman" tetapi Kaloko merasa takut dan ayahnya meyakinkan bahwa berenang adalah kegiatan yang menyenangkan dan harus dikuasai oleh anak Indonesia karena negara kita adalah negara perairan yang dua per tiga wilayahnya adalah kepulauan (halaman 13).
Setelah diskusi dengan Ayahnya dan sejenak berpikir, akhirnya Kaloko bersedia mengikuti saran Ayah untuk belajar berenang dan berteman dengan air seperti Jirin. Meskipun gugup, Kaloko memberanikan diri terjun ke air dan tentu saja Jirin senang melihat kawan barunya mau turut berenang. Kaloko masih menggunakan pelampung dilengannya karena masih belum bisa mengambang di air, pelampung ini yang membantu badan Kaloko mengapung. Kaloko berpikir tidak mungkin selamanya menggunakan alat ini, maka perlahan Jirin mengajarkan Kaloko bagaimana berenang yang baik mulai dari menahan nafas dan teknik menggerakkan kaki. Jirin sangat sabar mengajari Kaloko dan meyakinkan bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin apabila tidak dicoba (halaman 23)
Kaloko perlahan mempraktekkan teknik-teknik yang sudah diajarkan Jirin, tiba-tiba Jirin meninggalkan Kaloko dan dia pun mengejarnya, saat itulah nampak pemandangan bawah laut yang indah yaitu air laut yang jernih, warnanya biru langit dan semua isi laut terlihat jelas berupa ikan-ikan kecil karang dan pasir yang berkilauan (halaman 26)
Pelajaran masih berlanjut yaitu mengambil ikan dengan tombak, salah satu keahlian suku Bajo yang terbiasa menyelam untuk mengambil ikan di laut. Keahlian ini dikuasai mulai anak kecil sampai orang dewasa yang kadang bisa menyelam sampai puluhan meter di bawah laut tanpa alat bantu pernafasan. Keahlian ini juga membuah Kaloko terpana lalu membuatnya ingin ikut melaut dengan keluarga Jirin. Ikan hasil tangkapan pun dibawa pulang untuk dimasak oleh ibu Jirin dan cerita berakhir dengan pulangnya ayah Jirin dari laut dan kedua keluarga menyantap ikan cakalang dan makanan lain bersama-sama.
Buku ini ditujukan untuk anak kelas 1,2 dan 3 sekolah dasar. Sebuah buku yang ilustrasinya apik, mulai dari halaman pertama, saya dibuat tertegun dengan ilustrasi yang indah. Sebuah gambar rumah-rumah terapung di pantai yang tenang, membuat saya semakin merindukan pantai. Sesuai dengan target pembacanya, buku ini disajikan dengan bahasa yang singkat dan mudah dipahami.

Diskusi-diskusi yang terjadi disampaikan dengan bahasa anak-anak misalnya : “Ambil nafas di atas air. Lalu tahan dan masukkan kepala Kaloko ke dalam air. Di dalam air, Kaloko boleh membuang udara lewat mulut sedikit demi sedikit” (halaman 23). Dengan ilustrasi yang sederhana, anak-anak bisa langsung mengikuti langkah-langkah ini. Selain itu, buku ini mengenalkan berbagai macam ekspresi kepada anak-anak, mulai dari ekspresi bahagia, bingung, sedih, berpikir, takut sampai dengan terkejut semua ada disini.
Selanjutnya melalui buku ini, anak-anak juga mempelajari adanya perbedaan budaya di Indonesia mulai dari bagaimana bentuk rumah di Jawa dan di Bajo, bagaimana budaya di kedua tempat termasuk hal-hal kecil seperti mengayun bayi, di Jawa bayi diayunkan menggunakan ayunan sedangkan di Bajo menggunakan ombak. Melalui buku ini juga anak-anak menjadi tahu bagaimana pekerjaan seorang nelayan yang mengarungi lautan dalam waktu yang panjang. Buku ini disertai dengan "Glosarium" untuk menjelaskan istilah-istilah yang baru dikenal oleh anak-anak.
Bagi saya ada satu hal yang menarik dari buku ini yaitu ilustrasi buku ini dibuat oleh seorang remaja berusia 19 tahun yang menyelesaikan pendidikannya melalui homescholling, sebuah alternatif pendidikan yang sedang banyak dikaji saat ini. Buku ini sangat layak untuk dibaca dan sebaiknya orangtua mendampingi atau membacakannya sebagai salah satu proses lliterasi di keluarga.
Tertarik membaca buku ini? caranya sangat mudah yaitu buka laman www.rumahbelajar.id, sebuah website pembelajaran yang dibuat oleh Direktoran pendidikan dalam rangka menghadapai revolusi 4.0 yang sudah di depan mata. Untuk mengunduh buku ini, cukup klik tautan berikut ini : http://rumahbelajar.id/BergurukepadaAnakLautSukuBajo. Selamat membaca

